Senin, 27 April 2026

AKAN KEMBALI KEPADAMU

 APA YANG ENGKAU LAKUKAN, ITU YANG AKAN KEMBALI KEPADAMU

Kita sering ingin dihormati, diperlakukan baik, dan dijaga kehormatannya. Namun dalam kenyataannya, kita masih mudah menyakiti orang lain dengan ucapan, membuka aib, mengambil hak, atau bersikap pelit. Padahal, Islam mengajarkan satu kaidah yang tegas dan adil: perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah ﷻ juga berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

“Jika kalian berbuat baik, maka sesungguhnya kalian berbuat baik untuk diri kalian sendiri.” (QS. Al-Isra: 7)

Apa yang kita lakukan kepada orang lain sejatinya akan kembali kepada kita. Menutup aib orang lain berarti Allah akan menutup aib kita. Memberi berarti kita sedang membuka pintu kebaikan untuk diri sendiri. Sebaliknya, menyakiti, merendahkan, dan berbuat curang adalah benih keburukan yang pasti akan kita tuai.

Jangan merasa aman saat berbuat buruk, karena balasannya bisa datang dengan cara yang tidak kita duga. Dan jangan heran jika hidup terasa sempit, bisa jadi itu akibat dari sikap kita sendiri.

Maka perbaiki diri. Jaga lisan. Biasakan memberi. Hormati orang lain jika ingin dihormati. Karena hidup ini seperti cermin yang kembali kepada kita adalah apa yang kita lakukan.


✍🏻 @arrahman.or.id

🗓️ 9 Dzulqo'dah 1447

🔸 Silahkan gabung di group Telegram KOMUNITAS SUNNAH 

https://t.me/komunitassunnah

🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI QUR'ANSUNNAH8 



MENINGGALKAN SHALAT KARENA SIBUK MENCARI DUNIA*

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari di mana beliau bersabda (artinya),

“Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” 

(HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)



MENJAGA AMALAN AGAR TIDAK GUGUR

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

"Yang terpenting bukanlah sekadar melaksanakan ketaatan. Namun yang terpenting (yang harus selalu diperhatikan) adalah menjaga amalan tersebut dari hal-hal yang dapat menggugurkannya." [Lihat: Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hal. 66]

Manakala seseorang beramal dengan berbagai jenisnya, maka ia sangat berharap agar seluruh amalannya dapat diterima oleh Allah ﷻ. Namun ada beberapa perbuatan yang dapat menggugurkan pahala seseorang. Di antaranya adalah dengan berbuat kesyirikan, karena kesyirikan adalah penghapus amalan saleh.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau (wahai Muhammad), dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum engkau: "Jika kamu berbuat syirik (kepada Allah ), niscaya akan gugur terhapuslah amalmu, dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." [QS. Az-Zumar: 65]

Maka dari itu, jauhilah perbuatan syirik kepada Allah, agar amalan-amalan kita bisa selamat.

Semoga Allah ﷻ selalu membimbing kita di dalam kebaikan, serta kita senantiasa istiqamah di jalan yang diridai oleh Allah. Aamiin

Sumber: @dedibudika_akmar

🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI QUR'ANSUNNAH14 

https://chat.whatsapp.com/K4vZ7LusKmmBVHPWBk9gqx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Postingan Populer