MAJLIS ILMU MEMBERIKAN KETENANGAN HATI YANG AKAN MENAMBAH KEIMANAN
Allah سبحانه و تعالى berfirman
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Artinya: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(QS Al-Fath Ayat 4)
Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas dan diriwayatkan juga darinya bahwa yang dimaksud adalah rahmat. Qatadah berkata makna yang dimaksud adalah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, dimana mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya ﷺ serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasulNya. Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan keimanan kepada mereka selain dari keimanan mereka.(Tafsir Ibnu Katsir)
Silakan dishare
Barakallahu fikum
🌏 Informasi :
▪bit.ly/profilrumahtahfidz
▪registrasi tahfidz Anak : bit.ly/formrumahtahfidzashshiddiq
▪https://bit.ly/PendaftaranWismaAshShiddiq
PENDAPAT ULAMA BUKAN DALIL
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
( Rekaman Audio Dauroh Aqidah bersama Ustadz Yulian Purnama S.Kom حَفِظَهُ الله تعالى )
Praktek ibadah yang dapat mengantarkan pada kesyirikan adalah menjadikan kuburan orang shalih sebagai masjid (tempat ibadah), perkara ini telah dilarang oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits
عن عائشة رضي الله عنها ، قالت: لما نُزِلَ برسول الله صلى الله عليه وسلم ، طَفِقَ يَطْرَحُ خَمِيصَةً له على وجهه، فإذا اغْتَمَّ بها كشفها فقال -وهو كذلك-: "لَعْنَةُ الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد -يُحَذِّرُ ما صنعوا". ولولا ذلك أُبْرِزَ قَبْرُهُ، غير أنه خَشِيَ أن يُتَّخَذَ مسجدا.
[صحيح] - [متفق عليه]
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, "Ketika ajal datang kepada Rasulullah ﷺ, beliau mulai meletakkan kain wol di wajah beliau, ketika susah bernafas maka beliau membukanya, ketika dalam keadaan demikian beliau bersabda, 'Laknat Allah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.' Beliau memperingatkan apa yang telah mereka lakukan, dan seandainya bukan karena hal tersebut, maka kuburan beliau akan ditampakkan, akan tetapi beliau khawatir bila kuburannya akan dijadikan sebagai masjid." (Hadits shahih - Muttafaq 'alaih)
Perbuatan tabarruk (mencari keberkahan) kepada orang shalih & peninggalannya termasuk bid'ah karena :
• Ijma sahabat untuk meninggalkan perbuatan bertabarruk kepada jasad & peninggalan orang shalih selain Nabi ﷺ
• sikap tabi'in sama dengan para sahabat
• tidak ada dalilnya
• bertabarruk dengan jasad & peninggalannya dikhususkan hanya untuk Nabi ﷺ saja, terutama dimasa Nabi ﷺ masih hidup.
• tidak dibolehkan mengqiyaskan antara orang shalih dengan Nabi ﷺ dalam rangka menutup jalan keburukan.
Akan tetapi apabila ketika bertabarruk dengan orang shalih & peninggalannya diiringi keyakinan batil semisal :
• akan mendatangkan rezeki
• akan memberikan maslahat
• akan menghindarkan dari mudharat
Maka perkara tersebut termasuk kesyirikan, karena menjadikan sebab yang bukan sebab. Apabila menjadikan sebab tabarruk dengan orang shalih & peninggalannya sebagai sebab ibarat jimat
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad 4: 156. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy atau kuat. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 492).
Jika ada ulama yang membolehkan maka sikap yang benar a.l :
1. Harus dicek validitas riwayatnya
2. Seandainya benar maka itu menyelisihi sunnah Nabi ﷺ
3. Pendapat ulama itu bukan dalil
4. Patokannya adalah apa yang dilakukan salafush shalih
5. Banyak ulama yang mengingkarinya dari zaman dahulu hingga sekarang
Sebab-sebab pendapat ulama yang membolehkan antara lain :
1. Berdalil dengan Qiyas yang batil
2. Berdalil dengan Istihsan (anggapan baik)
3. Mengganggap ada keberkahan di kuburan orang shalih, sebagaimana orangnya yang shalih yang memiliki keberkahan walaupun yang benar bukan dari sisi jasadnya namun berkah dari sisi ilmunya
Sikap yang benar terhadap pendapat ulama yang menyelisihi Sunnah Nabi ﷺ adalah menolaknya, karena
Imam Malik rahimahullah pernah berkata:
كل أحدٍ يؤخذ من قوله ويُترَك، إلا صاحب هذا القبر صلى الله عليه وسلم؛ – سير أعلام النبلاء للذهبي جـ 8|93
“Setiap perkataan bisa diambil dan ditolak kecuali penghuni kubur ini (maksudnya Rasulullah ﷺ)”
(lihat Siyar: 8/93).
Wallahu'alam
Berikut rekaman daurohnya :
Sesi 1
Sesi 2
Supported by :
- Takmir Masjid Al Ikhlas Karangbendo
- AAW Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar