Minggu, 02 November 2025

Kenapa Mereka Sulit Menerima Kebenaran ?

 Kenapa Mereka Sulit Menerima Kebenaran ?


🔰 Mukadimah

Banyak di antara kita yang merasa heran, kenapa sebagian umat Islam yang rajin ibadah, aktif dalam kegiatan dakwah, dan punya semangat agama, justru menolak kebenaran ketika dijelaskan dengan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah ?

Mengapa saat kita sampaikan bahwa amalan tertentu adalah bid'ah, justru mereka membela praktik itu mati-matian, bahkan mencaci balik da’i Ahlus Sunnah, dan menganggap kita sebagai pemecah belah umat?
  • Apakah karena mereka tidak tahu ? 
  • Apakah karena belum pernah mendengar ? 
  • Ataukah ada sebab-sebab lain ?
📌 Inilah Beberapa Penyebab Utama Mereka Sulit Menerima Kebenaran :

1. Taklid Buta kepada Tokoh atau Guru Mereka

Mayoritas dari Ahlul Bid’ah tidak mau menerima kebenaran karena sudah terlanjur fanatik terhadap guru, ustadz, atau kelompoknya.

Allah ﷻ berfirman : “Dan apabila dikatakan kepada mereka: Ikutilah apa yang diturunkan oleh Allah, mereka menjawab: Tidak! Kami akan mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.” (QS. Al-Baqarah: 170)

➡️ Ini adalah sikap taklid buta, yang membutakan hati dari dalil.

2. Kebenaran Bertentangan dengan Kepentingan atau Posisi Mereka

Sebagian dari mereka sudah mendapatkan kenyamanan dan kehormatan dari posisinya di kelompok tertentu. 

Bila mereka menerima kebenaran, maka mereka akan kehilangan posisi, kehilangan pengikut, bahkan mungkin kehilangan sumber penghasilan.

Allah ﷻ berfirman : “Mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat...” (QS. An-Nahl: 107)

3. Syubhat Telah Menyatu dengan Hati Mereka
  • Syubhat atau kerancuan pemikiran adalah penyakit yang sulit disembuhkan bila sudah mendarah daging. 
  • Mereka mengira berada di atas kebenaran, padahal sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Ahmad, no. 22160)

4. Mereka Mengukur Kebenaran dengan Banyaknya Pengikut

Mereka berkata : “Lihat dong, mana yang lebih banyak pengikutnya? Yang ikut kami atau kalian ?”

Ini adalah logika batil. 

Kebenaran bukan diukur dari kuantitas, tapi dari dalil.

Allah ﷻ berfirman : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An’am: 116)

5. Takut Dikucilkan dan Tidak Siap Menanggung Konsekuensi Hijrah ke Sunnah

Sebagian orang sebenarnya tahu bahwa apa yang dia yakini salah, tapi takut dijauhi komunitasnya, takut dimusuhi gurunya, dan takut kehilangan “kenyamanan” semu dalam lingkaran sosial mereka.

Ini yang disebut oleh para ulama sebagai hijrah pemikiran yang tertahan oleh tekanan sosial.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : “Orang yang takut dijauhi manusia, maka ia telah menjadikan manusia sebagai penentu hidayah, bukan Allah.”

6. Arogan dan Tidak Mau Diingatkan
  • Sebagian mereka merasa sudah banyak amal, sudah senior, atau merasa punya ilmu. 
  • Sehingga tidak mau dinasihati oleh orang yang lebih muda, lebih baru belajar, atau dianggap bukan ustadz.
Allah ﷻ berfirman : “Akan Aku palingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar…” (QS. Al-A’raf: 146)

📚 Kisah-kisah yang Menguatkan

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang Khawarij : “Mereka membaca Al-Qur’an, tapi tidak memahami maknanya. Mereka mengira itu kebenaran, padahal menyimpang.” (HR. Al-Hakim, Shahih)

➡️ Mereka giat ibadah, tapi menolak pemahaman sahabat dan menyimpang. Ini juga banyak terjadi hari ini.

Imam Ahmad bin Hanbal : Saat mengingatkan kelompok Jahmiyyah dan Mu’tazilah bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah, bukan makhluk, mereka tetap menolak karena fanatik pada gurunya dan takut kehilangan posisi di hadapan penguasa.

🧭 Kesimpulan

Mereka sulit menerima kebenaran bukan karena dalil tidak jelas, tapi karena hati sudah tertutup oleh hawa nafsu, syubhat, fanatisme, dan rasa takut kehilangan dunia.

Maka tidak cukup hanya memberi tahu satu kali. Perlu kesabaran, perlu pengulangan, dan perlu usaha terus-menerus agar Allah ﷻ bukakan hatinya.

Allah ﷻ berfirman: “Bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)

-----

📌 Penegasan Aqidah
  • Ingatlah, Islam bukan sekadar nama, tapi jalan hidup yang penuh dengan aturan. 
  • Dan aturan itu bukan buatan manusia, tapi wahyu dari Rabb semesta alam. 
  • Maka tidak ada kebahagiaan sejati kecuali dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
✍️ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ.

🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”

Wallahu A'lam 🤲 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Postingan Populer