Ketika Dosa Jadi Pahala? Begini Janji Allah untuk Hamba yang Bertaubat!
Apa Maksud “Allah akan mengganti keburukan menjadi kebaikan” Ketika seorang hamba bertaubat?
Keterangan Allah akan mengganti keburukan menjadi kebaikan” ketika seorang hamba bertaubat, disinggung dalam ayat berikut,
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلٗا صَٰلِحٗا فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتٖۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا
“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Al-Furqan: 70)
Ayat ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah. Tidak hanya menerima taubat seorang hamba, bahkan Allah mengganti dosa-dosanya menjadi kebaikan.
Dua Makna Penggantian Keburukan Menjadi Kebaikan
Para ulama menafsirkan ayat ini dalam dua makna:
Dosa di Masa Lalu Diganti dengan Amal Kebaikan di Masa Depan
Sebagian ulama salaf seperti Ibn Abbas, Mujahid, Hasan Al-Bashri, dan As-Suddi menjelaskan bahwa makna “diganti dengan kebaikan” adalah:
يُبَدِّلُهُمُ ٱللَّهُ بِقَبَائِحِ أَعْمَالِهِمْ فِي ٱلشِّرْكِ مَحَاسِنَ ٱلْأَعْمَالِ فِي ٱلْإِسْلَامِ
“Allah mengganti perbuatan buruk mereka di masa jahiliyah dengan perbuatan baik setelah mereka masuk Islam.”
Contoh nya:
- Syirik diganti dengan iman
- Zina diganti dengan menjaga kehormatan
- Membunuh diganti dengan membela agama Allah
Sebagaimana keterangan selanjutnya pada riwayat yang sama di atas:
فَيُبَدِّلُهُم بِٱلشِّرْكِ إِيمَانًا، وَبِقَتْلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ قَتْلَ ٱلْمُشْرِكِينَ، وَبِٱلزِّنَا عِفَّةً وَإِحْصَانًا
“Allah mengganti syirik dengan iman, membunuh kaum mukmin dengan berjihad melawan musyrikin, dan zina dengan menjaga kehormatan dan kesucian.” (sumber: Tafsir Al-Baghawi)
Ini berarti: Allah bimbing mereka untuk meninggalkan dosa dan menggantinya dengan amal shalih.
Dosa yang Dicatat Diganti Menjadi Pahala
Tafsir lainnya disampaikan oleh Said bin Al-Musayyib dan Mak-hul rahimahumallah, bahwa:
يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ
“Pada hari kiamat, Allah benar-benar mengganti catatan dosa mereka menjadi pahala, sebagai bentuk kemurahan dan ampunan-Nya.” (sumber: Tafsir Al-Baghawi)
Dalilnya adalah hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“إِنِّي لَأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا، يُؤْتَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُقَالُ: اعْرِضُوا عَلَيْهِ صِغَارَ ذُنُوبِهِ، وَيُخَبَّأُ عَنْهُ كِبَارُهَا، فَيُقَالُ لَهُ: عَمِلْتَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا كَذَا وَكَذَا؟ فَهُوَ مُقِرٌّ، لَا يُنْكِرُ، وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ كِبَارِهَا، فَيُقَالُ: أَعْطُوهُ مَكَانَ كُلِّ سَيِّئَةٍ عَمِلَهَا حَسَنَةً، فَيَقُولُ: رَبِّ، إِنِّي لِي ذُنُوبًا لَا أَرَاهَا هَاهُنَا
“Aku mengetahui orang terakhir yang keluar dari neraka. Ia didatangkan dan dikatakan: “Tunjukkan padanya dosa-dosa kecilnya dan sembunyikan dosa-dosa besarnya.”
Maka ditampakkan dosa-dosa kecilnya, lalu dikatakan: “Pada hari ini, setiap dosa kecilmu diganti dengan satu kebaikan.”
Lalu orang itu berkata, “Ya Rabb, aku masih punya dosa-dosa lain yang tidak kulihat di sini.” (HR. Muslim no. 190, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Setelah menyampaikan hadis di atas Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
لقد رأيت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ضحك حتى بدت نواجذه
“Aku melihat Rasulullah ﷺ tertawa hingga tampak gigi gerahamnya.”
Sebagian ulama mengatakan:
إن الله – عز وجل – يمحو بالندم جميع السيئات ، ثم يثبت مكان كل سيئة حسنة
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menghapus seluruh dosa karena penyesalan yang tulus, lalu mengganti setiap dosa itu dengan satu kebaikan.” (sumber: Tafsir Al-Baghawi)
Nabi ﷺ pun tersenyum mendengar cerita ini, menggambarkan betapa luasnya rahmat Allah bagi hamba yang bertaubat.
Penutup
Makna ayat ini sangat agung: siapa saja yang benar-benar bertaubat, beriman, dan memperbaiki diri dengan amal saleh, maka Allah bukan hanya menghapus dosanya, tapi menggantinya dengan pahala.
Inilah keutamaan besar dari taubat yang tulus.
وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Dialah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70)
Semoga bermanfaat, Baarokallohufikum
Penulis: Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar