Minggu, 09 November 2025

APA TUJUAN ALLAH MENGUJI KITA ?

 APA TUJUAN ALLAH MENGUJI KITA ?

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. 

Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396)

Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. 

Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. 

Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031)

Faedah dari dua hadits di atas:

1- Musibah yang berat (dari segi kualitas dan kuantitas) akan mendapat balasan pahala yang besar.

2- Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya. Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya,

“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”

3- Siapa yang ridho dengan ketetapan Allah, ia akan meraih ridho Allah dengan mendapat pahala yang besar.

4- Siapa yang tidak suka dengan ketetapan Allah, ia akan mendapat siksa yang pedih.

5- Cobaan dan musibah dinilai sebagai ujian bagi wali Allah yang beriman.

6- Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.

7- Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. 

Ath Thibiy berkata, “Hamba yang tidak dikehendaki baik, 

maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.” (Lihat Faidhul Qodir, 2: 583, Mirqotul Mafatih, 5: 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7: 65)

SUMBER : Rumaysho.com

https://t.me/komunitassunnah



ALLAH MENGABARKAN BAHWA IA TIDAK AKAN MENGAMPUNI SESEORANG YANG MENYEKUTUKANNYA

 TADABBURI AL-QURAN
.
📚  Tafsir Al-Muyassar
(An-Nisa`:48)
.
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dan tidak memaafkan siapa yang mempersekutukanNya dengan sesuatu dan makhluk-Nya atau dia kafir dengan bentuk kekufuran apa pun dari jenis kufur akbar. Sebaliknya Dia memaafkan dosa-dosa dibawah syirik bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Barangsiapa yang melakukan syirik kepada Allah, maka dia telah melakukan dosa yang besar.
@tadabburi.alquran



FAEDAH MALAM

🔰 𝗛𝗔𝗥𝗔𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗨𝗟𝗟𝗬 𝗗𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗗𝗔𝗦 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗟𝗘𝗠𝗔𝗛

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu, ia berkata :

“Ketika rombongan sahabat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang berhijrah ke Habasyah telah kembali, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

"Tidakkah kalian ingin menceritakan kepadaku hal-hal menakjubkan yang kalian lihat di negeri Habasyah?"

Beberapa pemuda dari mereka menjawab, ‘Baiklah, wahai Rasulullah. Suatu ketika kami sedang duduk, lalu lewatlah di hadapan kami seorang nenek yang dikenal sebagai ahli ibadah di antara mereka. Ia membawa kendi berisi air di atas kepalanya.

Tiba-tiba lewatlah seorang pemuda dari penduduk Habasyah, lalu ia meletakkan salah satu tangannya di antara kedua bahu nenek itu dan mendorongnya hingga terjatuh bertumpu pada kedua lututnya, pecahlah kendinya.

Ketika nenek itu bangkit, ia menoleh dan berkata: 

“Wahai pengkhianat! Engkau akan tahu nanti, ketika Allah meletakkan Kursi-Nya, mengumpulkan seluruh manusia dari awal hingga akhir, dan tangan serta kaki mereka berbicara tentang apa yang dahulu mereka perbuat. Saat itu engkau akan tahu bagaimana urusanku dan urusanmu di hadapan-Nya kelak!”’

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun bersabda:
“Sungguh benar! Sungguh benar! Bagaimana mungkin Allah menyucikan suatu kaum yang tidak menegakkan hak orang lemah dari orang kuat mereka?”

لَمَّا رَجَعَتْ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُهَاجِرَةُ الْبَحْرِ، قَالَ: أَلَا تُحَدِّثُونِي بِأَعَاجِيبِ مَا رَأَيْتُمْ بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ؟ قَالَ فِتْيَةٌ مِنْهُمْ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ مَرَّتْ بِنَا عَجُوزٌ مِنْ عَجَائِزِ رُهْبَانِهِمْ تَحْمِلُ عَلَى رَأْسِهَا قُلَّةً مِنْ مَاءٍ، فَمَرَّ بِهَا فَتًى مِنْهُمْ، فَجَعَلَ إِحْدَى يَدَيْهِ بَيْنَ كَتِفَيْهَا، ثُمَّ دَفَعَهَا فَخَرَّتْ عَلَى رُكْبَتَيْهَا، فَانْكَسَرَتْ قُلَّتُهَا، فَلَمَّا ارْتَفَعَتِ الْتَفَتَتْ إِلَيْهِ فَقَالَتْ: سَوْفَ تَعْلَمُ يَا غُدَرُ، إِذَا وَضَعَ اللهُ الْكُرْسِيَّ، وَجَمَعَ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، وَتَكَلَّمَتِ الأَيْدِي وَالأَرْجُلُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ، فَسَوْفَ تَعْلَمُ كَيْفَ أَمْرِي وَأَمْرُكَ عِنْدَهُ غَدًا؟!
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَتْ صَدَقَتْ! كَيْفَ يُقَدِّسُ اللهُ أُمَّةً لا يُؤْخَذُ لِضَعِيفِهِمْ مِنْ شَدِيدِهِمْ؟!

📘 (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 3255)

Pelajaran dari Hadits Ini:

- Mem-bully atau menindas orang lemah adalah perbuatan yang diharamkan dan harus dihapuskan.
- Setiap bentuk kezaliman terhadap sesama akan dibalas di akhirat, sekecil apa pun.
- Tidak boleh membiarkan kemungkaran jika mampu mencegahnya.
- Wajib berlemah lembut kepada mereka yang lemah: wanita, orang tua, anak kecil, orang miskin, dan lainnya.
- Mengganggu orang yang ahli ibadah lebih berat dosanya.
- Hadits ini menetapkan adanya Kursi Allah yang sesuai dengan keagungan-Nya.
- Boleh membenarkan ucapan Ahlul Kitab bila dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

📳 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📟 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com

📊 Menyajikan artikel Faidah ilmiah


Minggu, 02 November 2025

Mengaku Muslim tapi meniru gaya hidup bertentangan syariat Islam.

 Realita Sosial

* Fenomena yang kita lihat hari ini sungguh mengkhawatirkan. 

* Banyak yang mengaku Muslim, tapi tanpa sadar meniru gaya hidup yang jelas bertentangan dengan syariat Islam. 

* Inilah tanda lemahnya ilmu dan jauhnya umat dari petunjuk wahyu Allah ﷻ.

(Artikel 522 = 09/08/2025, Ba'da Ashar)

Saluran Penulis Artikel Dakwah :

https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

Website Penulis Artikel Dakwah :

https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :

https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam


Bantahan Syubhat : “Sok paling suci ; ustadz sunnah pun ngudut / vape ; ada WAG ustadz vape”

1) Tauhid & niat lillah

* Kebenaran hukum syariat ditimbang dengan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan dengan siapa yang mengamalkannya. 

* Tugas kita adalah mengikuti wahyu, bukan memutihkan kesalahan manusia.

2) Syubhat yang disebarkan

* “Ustadz sunnah juga merokok / vape, ada grup WA khusus vape.”

* “Berarti yang melarang rokok munafik / sok suci; stop playing victim.”

Intinya : karena ada oknum melanggar, maka larangan atau kritik terhadap rokok / vape dianggap gugur.

3) Letak kesalahannya

a) Kekeliruan logika (ad hominem & tu quoque) : menyerang pelaku untuk menjatuhkan hukum. Perilaku oknum tidak membuktikan halal / haramnya sesuatu.

b) Pengalihan isu : yang dibahas seharusnya hukum rokok / vape, bukan gosip siapa yang merokok.

c) Standar ganda : menerima bukti medis tentang bahaya rokok, tetapi menolak hujjah syar’i hanya karena ada pelaku yang lemah.

4) Dalil yang menegakkan kaidah Haramnya Rokok

* Ikuti wahyu, bukan manusia : “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu…” (Al-A‘raf: 3).

* Larangan membinasakan diri : “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

* Larangan israf / mubazir : “Jangan berlebih-lebihan… sesungguhnya pemboros itu saudara-saudara setan.” (Al-Isrâ’: 26–27).

* Kaidah umum syariat : “Tidak boleh membahayakan diri dan orang lain.” (lā ḍarar wa lā ḍirār; HR. Malik, Ibn Majah).

* Menertawakan / merendahkan kaum beriman dilarang : (Al-Hujurât: 11–12).

Catatan : Banyak ulama kontemporer memutuskan rokok haram karena bahaya nyata + israf.

5) Logika yang tidak bisa ditolak

* Jika ada dokter merokok, apakah fakta medis tentang bahaya rokok otomatis salah ? Tidak.

* Jika ada polisi melanggar lalu lintas, apakah aturan lalu lintas jadi batal ? Tidak.

* Maka, kalau ada ustadz merokok / vape, hukum syariat tidak ikut runtuh. 

* Yang salah adalah pelanggarannya, bukan larangannya.

Menyebut “kolor di atas lutut” untuk mengejek ciri busana syar’i tidak mengubah hukum rokok ; itu hanya menambah dosa sukhriyah (meremehkan syiar).

6) Manhaj Salaf : menimbang dengan dalil, bukan figur

Imam Malik rahimahullah : “Setiap orang bisa diambil atau ditolak perkataannya kecuali penghuni kubur ini (Rasulullah ﷺ).” Artinya, kebenaran tidak bergantung pada nama besar atau kelompok, melainkan pada dalil. 

Jika ada ustadz salah, kita katakan salah — tanpa menggugurkan kebenaran larangan merokok itu sendiri.

7) Sikap & solusi yang benar

* Pisahkan hukum dari pelaku : hukum rokok / vape tetap kembali ke wahyu dan kaidah “tidak boleh membahayakan”.

* Nasehati pelaku dengan hikmah, bukan olok-olok : Ghibah dan caci maki tidak menghalalkan yang haram.

* Fokus edukasi substansi: bahaya kesehatan, israf, efek pada keluarga, serta alternatif taubat dan berhenti.

* Jujur pada diri : kalau pelaku salah, katakan salah; tapi jangan jadikan kesalahan oknum sebagai dalih menolak syariat.

8) Doa & penutup

Ya Allah, tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan beri kami kemampuan mengikutinya, serta tampakkan kebatilan sebagai kebatilan dan beri kami kemampuan menjauhinya. 

Ampuni saudara-saudara kami yang khilaf, kuatkan kami untuk meninggalkan yang membahayakan diri dan orang lain, dan hidupkan kami di atas sunnah. 

Aamiin ya rabbal alamin.

Inti ringkasannya : 

* Kesalahan oknum tidak pernah membatalkan kebenaran hukum. 

* Rokok / vape dibahas dengan dalil dan kaidah : membahayakan + mubazir = haram.

* Mengejek pelaku tidak mengubah hukum — itu hanya menambah dosa baru.

📢 Seruan Ketaatan

* Jangan tunda untuk kembali kepada kebenaran. 

* Karena setiap detik yang berlalu adalah langkah menuju kematian. 

* Hidup ini singkat, dan hanya yang berjalan di atas petunjuk Allah-lah yang akan selamat.

✍ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ.

🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”

Wallahu A'lam

Kenapa Mereka Sulit Menerima Kebenaran ?

 Kenapa Mereka Sulit Menerima Kebenaran ?


🔰 Mukadimah

Banyak di antara kita yang merasa heran, kenapa sebagian umat Islam yang rajin ibadah, aktif dalam kegiatan dakwah, dan punya semangat agama, justru menolak kebenaran ketika dijelaskan dengan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah ?

Mengapa saat kita sampaikan bahwa amalan tertentu adalah bid'ah, justru mereka membela praktik itu mati-matian, bahkan mencaci balik da’i Ahlus Sunnah, dan menganggap kita sebagai pemecah belah umat?
  • Apakah karena mereka tidak tahu ? 
  • Apakah karena belum pernah mendengar ? 
  • Ataukah ada sebab-sebab lain ?
📌 Inilah Beberapa Penyebab Utama Mereka Sulit Menerima Kebenaran :

1. Taklid Buta kepada Tokoh atau Guru Mereka

Mayoritas dari Ahlul Bid’ah tidak mau menerima kebenaran karena sudah terlanjur fanatik terhadap guru, ustadz, atau kelompoknya.

Allah ﷻ berfirman : “Dan apabila dikatakan kepada mereka: Ikutilah apa yang diturunkan oleh Allah, mereka menjawab: Tidak! Kami akan mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.” (QS. Al-Baqarah: 170)

➡️ Ini adalah sikap taklid buta, yang membutakan hati dari dalil.

2. Kebenaran Bertentangan dengan Kepentingan atau Posisi Mereka

Sebagian dari mereka sudah mendapatkan kenyamanan dan kehormatan dari posisinya di kelompok tertentu. 

Bila mereka menerima kebenaran, maka mereka akan kehilangan posisi, kehilangan pengikut, bahkan mungkin kehilangan sumber penghasilan.

Allah ﷻ berfirman : “Mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat...” (QS. An-Nahl: 107)

3. Syubhat Telah Menyatu dengan Hati Mereka
  • Syubhat atau kerancuan pemikiran adalah penyakit yang sulit disembuhkan bila sudah mendarah daging. 
  • Mereka mengira berada di atas kebenaran, padahal sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Ahmad, no. 22160)

4. Mereka Mengukur Kebenaran dengan Banyaknya Pengikut

Mereka berkata : “Lihat dong, mana yang lebih banyak pengikutnya? Yang ikut kami atau kalian ?”

Ini adalah logika batil. 

Kebenaran bukan diukur dari kuantitas, tapi dari dalil.

Allah ﷻ berfirman : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An’am: 116)

5. Takut Dikucilkan dan Tidak Siap Menanggung Konsekuensi Hijrah ke Sunnah

Sebagian orang sebenarnya tahu bahwa apa yang dia yakini salah, tapi takut dijauhi komunitasnya, takut dimusuhi gurunya, dan takut kehilangan “kenyamanan” semu dalam lingkaran sosial mereka.

Ini yang disebut oleh para ulama sebagai hijrah pemikiran yang tertahan oleh tekanan sosial.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : “Orang yang takut dijauhi manusia, maka ia telah menjadikan manusia sebagai penentu hidayah, bukan Allah.”

6. Arogan dan Tidak Mau Diingatkan
  • Sebagian mereka merasa sudah banyak amal, sudah senior, atau merasa punya ilmu. 
  • Sehingga tidak mau dinasihati oleh orang yang lebih muda, lebih baru belajar, atau dianggap bukan ustadz.
Allah ﷻ berfirman : “Akan Aku palingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar…” (QS. Al-A’raf: 146)

📚 Kisah-kisah yang Menguatkan

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang Khawarij : “Mereka membaca Al-Qur’an, tapi tidak memahami maknanya. Mereka mengira itu kebenaran, padahal menyimpang.” (HR. Al-Hakim, Shahih)

➡️ Mereka giat ibadah, tapi menolak pemahaman sahabat dan menyimpang. Ini juga banyak terjadi hari ini.

Imam Ahmad bin Hanbal : Saat mengingatkan kelompok Jahmiyyah dan Mu’tazilah bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah, bukan makhluk, mereka tetap menolak karena fanatik pada gurunya dan takut kehilangan posisi di hadapan penguasa.

🧭 Kesimpulan

Mereka sulit menerima kebenaran bukan karena dalil tidak jelas, tapi karena hati sudah tertutup oleh hawa nafsu, syubhat, fanatisme, dan rasa takut kehilangan dunia.

Maka tidak cukup hanya memberi tahu satu kali. Perlu kesabaran, perlu pengulangan, dan perlu usaha terus-menerus agar Allah ﷻ bukakan hatinya.

Allah ﷻ berfirman: “Bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)

-----

📌 Penegasan Aqidah
  • Ingatlah, Islam bukan sekadar nama, tapi jalan hidup yang penuh dengan aturan. 
  • Dan aturan itu bukan buatan manusia, tapi wahyu dari Rabb semesta alam. 
  • Maka tidak ada kebahagiaan sejati kecuali dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
✍️ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ.

🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”

Wallahu A'lam 🤲 

PENDAPAT ULAMA BUKAN DALIL

MAJLIS ILMU MEMBERIKAN KETENANGAN HATI YANG AKAN MENAMBAH KEIMANAN

Allah سبحانه و تعالى berfirman

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(QS Al-Fath Ayat 4)

Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas dan diriwayatkan juga darinya bahwa yang dimaksud adalah rahmat. Qatadah berkata makna yang dimaksud adalah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, dimana mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya ﷺ serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasulNya. Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan keimanan kepada mereka selain dari keimanan mereka.(Tafsir Ibnu Katsir)

Silakan dishare

Barakallahu fikum

🌏 Informasi :

▪bit.ly/profilrumahtahfidz

▪registrasi tahfidz Anak : bit.ly/formrumahtahfidzashshiddiq

▪https://bit.ly/PendaftaranWismaAshShiddiq  



PENDAPAT ULAMA BUKAN DALIL

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

( Rekaman Audio Dauroh Aqidah bersama Ustadz Yulian Purnama S.Kom حَفِظَهُ الله تعالى )

Praktek ibadah yang dapat mengantarkan pada kesyirikan adalah menjadikan kuburan orang shalih sebagai masjid (tempat ibadah), perkara ini telah dilarang oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits

عن عائشة رضي الله عنها ، قالت: لما نُزِلَ برسول الله صلى الله عليه وسلم ، طَفِقَ يَطْرَحُ خَمِيصَةً له على وجهه، فإذا اغْتَمَّ بها كشفها فقال -وهو كذلك-: "لَعْنَةُ الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد -يُحَذِّرُ ما صنعوا". ولولا ذلك أُبْرِزَ قَبْرُهُ، غير أنه خَشِيَ أن يُتَّخَذَ مسجدا.  

[صحيح] - [متفق عليه]

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, "Ketika ajal datang kepada Rasulullah ﷺ, beliau mulai meletakkan kain wol di wajah beliau, ketika susah bernafas maka beliau membukanya, ketika dalam keadaan demikian beliau bersabda, 'Laknat Allah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.' Beliau memperingatkan apa yang telah mereka lakukan, dan seandainya bukan karena hal tersebut, maka kuburan beliau akan ditampakkan, akan tetapi beliau khawatir bila kuburannya akan dijadikan sebagai masjid." (Hadits shahih - Muttafaq 'alaih)

Perbuatan tabarruk (mencari keberkahan) kepada orang shalih & peninggalannya termasuk bid'ah karena :

• Ijma sahabat untuk meninggalkan perbuatan bertabarruk kepada jasad & peninggalan orang shalih selain Nabi ﷺ

• sikap tabi'in sama dengan para sahabat

• tidak ada dalilnya

• bertabarruk dengan jasad & peninggalannya dikhususkan hanya untuk Nabi ﷺ saja, terutama dimasa Nabi ﷺ masih hidup. 

• tidak dibolehkan mengqiyaskan antara orang shalih dengan Nabi ﷺ dalam rangka menutup jalan keburukan.

Akan tetapi apabila ketika bertabarruk dengan orang shalih & peninggalannya diiringi keyakinan batil semisal :

• akan mendatangkan rezeki

• akan memberikan maslahat

• akan menghindarkan dari mudharat

Maka perkara tersebut termasuk kesyirikan, karena menjadikan sebab yang bukan sebab. Apabila menjadikan sebab tabarruk dengan orang shalih & peninggalannya sebagai sebab ibarat jimat 

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad 4: 156. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy atau kuat. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 492).

Jika ada ulama yang membolehkan maka sikap yang benar a.l :

1. Harus dicek validitas riwayatnya

2. Seandainya benar maka itu menyelisihi sunnah Nabi ﷺ

3. Pendapat ulama itu bukan dalil

4. Patokannya adalah apa yang dilakukan salafush shalih

5. Banyak ulama yang mengingkarinya dari zaman dahulu hingga sekarang

Sebab-sebab pendapat ulama yang membolehkan antara lain :

1. Berdalil dengan Qiyas yang batil

2. Berdalil dengan Istihsan (anggapan baik)

3. Mengganggap ada keberkahan di kuburan orang shalih, sebagaimana orangnya yang shalih yang memiliki keberkahan walaupun yang benar bukan dari sisi jasadnya namun berkah dari sisi ilmunya

Sikap yang benar terhadap pendapat ulama yang menyelisihi Sunnah Nabi ﷺ adalah menolaknya, karena

Imam Malik rahimahullah pernah berkata:

كل أحدٍ يؤخذ من قوله ويُترَك، إلا صاحب هذا القبر صلى الله عليه وسلم؛ – سير أعلام النبلاء للذهبي جـ 8|93

“Setiap perkataan bisa diambil dan ditolak kecuali penghuni kubur ini (maksudnya Rasulullah ﷺ)”

(lihat Siyar: 8/93).

Wallahu'alam

Berikut rekaman daurohnya :

Sesi 1

bit.ly/AudioDaurohNov2024-1

Sesi 2

bit.ly/AudioDaurohNov2024-2

Supported by :

- Takmir Masjid Al Ikhlas Karangbendo

- AAW Media



PENGAGUNGAN TERHADAP SUNNAH NABI ﷺ

(Rekaman Dauroh "Ta'zhiim As-Sunnah" bersama Ustadz Mu'tashim Lc.MA حَفِظَهُ الله تعالى )

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

As Sunnah adalah jalan petunjuk mengikuti jalannya Nabi ﷺ baik itu perkaranya wajib maupun mustahab yang mencakup aqidah, ibadah, muamalah, & akhlak adab.

Sunnah Nabi ﷺ adalah petunjuk ke jalan yang lurus, perkara yang jelas & terang, difirmankan Allah سبحانه و تعالى dalam Al Qur'an 

وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا۟ ۚ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

Artinya: ..Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".(QS-an-nur-ayat-54.)

Maksudnya menyampaikan kepada kalian secara jelas yang tiada menyisakan keraguan dan syubhat. Sungguh Rasulullah telah melakukannya. Beliau telah menyampaikan (risalah) dengan sejelas-jelasnya (Tafsir as-Sa'di)

Sikap Ahlus Sunnah yang menerima & tunduk dengan dalil-dalil sebagaimana teksnya sering dituduh tekstualis (zhahiri) karena menerima & mengamalkan Sunnah Nabi ﷺ sebagaimana datang dari Nabi ﷺ, tidak melakukan takwil atau memalingkan makna dari zhahirnya tanpa dalil. Oleh karena itu ciri kesesatan adalah menolak Sunnah Nabi ﷺ dengan takwil-takwil yang batil dengan alasan :
1. Qiyas
2. Mengikuti Perasaan 
3. Mendahulukan Akal
4. Menuruti Hawa Nafsu

Karena ciri Ahlus Sunnah selalu mengikuti dalil kemanapun beredar jika kemudian harus berpaling dari satu dalil maka berpindah ke dalil lainnya yang lebih shahih & benar.

Para sahabat adalah generasi yang totalitas dalam ketaatan, kecintaan,& penjagaan terhadap Sunnah Nabi ﷺ, sebagaimana Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu anhu :

لَسْتُ تَارِكاً شَيْئاً كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَعْمَلُ بِهِ إِلاَّ عَمِلْتُ بِهِ ، فَإِنِّيْ أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئاً مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

Aku tidak akan meninggalkan sesuatu yang Rasulullah lakukan kecuali untuk aku amalkan, karena aku khawatir, jika aku tinggalkan perintah Rasulullah, maka aku akan sesat.[6]

Imam Abu Abdillah bin Ubaidillah bin Muhammad bin Baththah, berkata: “Wahai saudara-saudaraku, Abu Bakar ash Shiddiq, ash shiddiqul akbar, beliau takut apabila kesesatan menimpa dirinya. Kalau dia menyalahi sesuatu dari salah satu saja dari perintah Nabi Muhammad ﷺ, bagaimana nanti akan ada satu zaman, yang orang yang ada di zaman tersebut, mereka memperolok-olok Nabi mereka, mereka memperolok-olok perintah Rasulullah ﷺ, dan mereka berbangga menyalahi Sunnah Rasulullah ﷺ, dan kita mohon kepada Allah dari ketergelinciran, dan kita mohon keselamatan dari amal yang jelek”.[al-Ibaanah, I/246].

[6] HR Bukhari, no. 3093, dan diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam kitabnya, al Ibanah, I/245-246 no. 77

Wallahu'alam

(Faidah Dauroh Ilmiyah "Sikap yang Tepat Terhadap Sunnah Nabi ﷺ", pembahasan kitab “Ta'zhiim As-Sunnah" karya Syaikh Abdul Qoyyum As-Suhaibani)

Berikut rekaman selengkapnya

Sesi 1

Sesi 2

Supported by :
- Takmir Masjid Al Ikhlas Karangbendo





DAMPAK DOSA BAGI MANUSIA BERUPA MUSIBAH DI DUNIA

Allah سبحانه و تعالى berfirman 

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنۢبِهِۦ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ ٱلصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ ٱلْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Artinya: Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.[Surat Al-‘Ankabut Ayat 40]

Allah سبحانه و تعالى memberitahukan tentang umat-umat yang mendustakan para rasul itu, bagaimana Allah membinasakan mereka dengan berbagai macam azab sebagai pembalasan Allah سبحانه و تعالى terhadap mereka.[Tafsir Ibnu Katsir]

Silakan dibantu share.
Barakallahu fikum

🌏 Informasi :
▪bit.ly/profilrumahtahfidz
▪registrasi tahfidz anak : bit.ly/formrumahtahfidzashshiddiq
▪bit.ly/PendaftaranWismaAshShiddiq 


Postingan Populer

Postingan Populer